Kamis, 07 April 2011

Sebuah Penyesalan

Di sebuah desa terpencil tinggallah seorang ibu yang sudah tua bersama anaknya dan mereka hidup miskin. Pekerjaan ibu itu adalah sebagai tukang penebang pohon,ia sanagat bekerja keras dalam bekerja demi mencukupi kehidupannya dan anaknya.ibu itu sangat menyayangi anaknya tetapi anaknya tidak pernah menghormati ibunya ia selalu saja mengeluh dan mengeluh dengan keadaan yng dialaminya.

Pagi hari pun tiba ibu bersama anaknya sudah bersiap-siap pergi ke hutan untuk mencari kayu. Saat tiba dihutan si anak hanya diam dan tidu-tiduran dibawah pohon yang rindang sedangkan ibunya bekerja keras memungut dan menbang pohon, tiba-tiba ibunya memanggi anaknya “nak .. cepat kesini! Ibu membutuhkan bantuanmu” tetapi anaknya hanya menjawab “aah .. ibu ini merepotkan saja, aku lagi malas membantu “. Betapa kecewa dan sedihnya ibu itu mendengar pekataan anaknya.

Haripun mulai sore merekapun pulang dari hutan dengan susah payah ibunya merangkul semua hasil kayu sedangkan anakya hanya santai dan berlari dengan cepat meninggalkan ibunya dihutan. Saat ibu itu telah sampai dirumah tiba-tiba anaknya menjerit “bu.. cepat buatkan aku makanan!”, “baik nak …” sahut ibunya. Segera ibunya memasakan anaknya makanan, setelah makanan selesai dibuat ibunyapun memanggil anaknya “nak makananmu sudah selesai.” Anaknyapun datang menghampri ibunya “makanan apaan ini bu ?? makanan gak enak gini kok diberikan ke anaknya !!” kata anaknya dengan kesal, “maaf nak tapi yang kita punya hanya ini..” anaknyapun melemparkan makananya kemukak ibunya “nih… ibu aja yang makan aku tidak napsu lagi!” kata anaknya. Denagn muka sedih dan kesal ibunya berkata “ibu tidak melahirkanmu dengan pribadi seperti ini nak ibu amat menyayangimu tapi kenapa kamu sepeti ini pada ibu ?sadarlah nak!”, “baiklah kalu ini yang ibu mau, aku akan pegi dari rumah ini” kata anaknya.

Setelah 3 hari sudah anaknya pergi, ibunya pun menjadi sakit dan selalu berdoa kepada Yang Maha Esa agar anaknya cepat pulang juga untuk kesembuhannya karena penyakit yang dialaminya sangat parah dan mengakibatkan ia meninggal dunia. Setelah anaknya mendengar kabar bahwa ibunya meninggal barula ia pulang kerumahnya,dengan wajah sedih dan penuh air mata ia mencium jenazah ibunya ia pun meminta maaf kepada ibunya atas segala yang telah ia lakukan. Akhirnya dengan penuh penyesalan ia ikut mengantar jenazah ibunya kembali kepangkuan Tuhan.

Moral: Janganlah kita durhaka terhadap orang tua tetapi sayangilah mereka dengan setulus hati dan janganlah mengeluh terhadap apa yang terjadi pada kita tetapi jalanilah karena Tuhan pasti akan membukakan jalan keluar untuk kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar